Hari akhir merupakan hari yang tidak lagi hari setelahnya. Perjalanan untuk menempuhnya sangat panjang dan melelahkan. Kita membutuhkan banyak bekal dalam perjalanan agar dapat sampai menuju surga Allah dengan selamat. Dan bekal yang paling utama kita butuhkan adalah taqwa (Qur’an Surat Al Baqarah:127)
Kajian 2 : Bekal Perjalanan Menuju Hari Akhir
Hari akhir merupakan hari yang tidak lagi hari setelahnya. Perjalanan untuk menempuhnya sangat panjang dan melelahkan. Kita membutuhkan banyak bekal dalam perjalanan agar dapat sampai menuju surga Allah dengan selamat. Dan bekal yang paling utama kita butuhkan adalah taqwa (Qur’an Surat Al Baqarah:127)
Kajian 1 : Makna dan Dalil Beriman kepada Hari Akhir
Hari akhir merupakan hari yang
tidak ada lagi hari setelahnya. Sedangkan makna beriman kepada hari akhir
adalah mengimani atau mempercayai hal-hal yang menyangkut dan berkaitan dengan
hari akhir seperti kematian, nikmat dan azab kubur, fitnah kubur, tanda-tandahari kiamat, kebangkitan dari kematian, dikumpulnya manusia di padang mahsyar,
penimbangan amal, dan sebagainya.
Beriman kepada hari akhir adalah
sesuatu yang sangat penting. Ia merupakan salah satu dari rukun iman sehingga
tidak sempurna iman seseorang sampai ia benar-benar beriman kepada hari akhir.
Puisi Pagi Hari
Maka sibaklah tirai-tirai kemalasan untuk menggapai cahaya ilmu yang menerangi setiap jiwa yang terperangkap di dalam lorong-lorong kebodohan yang pengap dan menyesakkan.
Tegakkan hokum pada dirimu.
Engkau adalah polisi untuk dirimu sendiri yang dengan gagah berani mampu memberangus setiap kesalahan yang kau lakukan.
Petiklah seluruh benang-benang emas dari jubah al-musthafa,
Yang renda-rendanya menuliskan kata al amin!
Seakan tidaklah menjadi seorang muslim, kecuali kau bangun citra diri yang membuat orang berdecak kagum karena engkaulah manusia langit yang menjadi tiang-tiang hukum kehidupan.
Puisi Inspirasi
** bagi yang tahu versi aslinya, ngga usah demo ya membaca terjemahan bebas saya..hehe...
Ini dia puisinya, simak baek-baek ya....
Bila Anda tidak bisa menjadi pohon cemara di atas bukit,
Jadilah belukar di lembah, atau jadilah belukar yang indah di pinggir parit.
Jadilah perdu, bila Anda tak bisa menjadi pohon.
Bila Anda tidak bisa jadi perdu, jadilah rumput,
Dan buatlah jalan-jalan jadi semarak;
Bila Anda tidak bisa menjadi ikan tuna, jadilah teri.
Tapi teri yang paling indah di tambak.
Tidak semua di antara kita akan menjadi komandan,
Tentu ada yang jadi pasukan
Semua itu ada kepentingannya masing-masing.
Ada perkara besar dan ada yang kecil
Dan tugas yang harus segera kita kerjakan
Adalah pekerjaan yang paling dekat dengan kita.
Bila Anda tidak dapat menjadi jalan besar, jadilah pematang.
Bila Anda tidak bisa menjadi matahari, jadilah bintang.
Bukan besarnya yang mengukur Anda kalah atau menang
Yang penting hidup bermakna dan matang.
Hmmm.. Gimana komentarmu, teman?
Belajar dan Mengajar Al Qur’an
Dari Utsman r.ad. Rasulullah saw. Bersabda,
”Sebaik-baik kamu adalah orang yang belajar Al-qur’an dan mengajarkannya”(Bukhari, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah)
Dalam sebagian besar kitab, hadits ini diriwayatkan dengan menggunakan huruf wa (dan), sebagian terjemahan di atas. Dan keutamaan yang disebutkan menurut terjemahan di atas diperuntukan bagi orang yang belajar Al-quran dan mengajarkannya kepada orang lain.
Langganan:
Postingan (Atom)





