Kajian 46 : Keadaan Orang-orang Kafir Ketika Masuk ke Dalam Neraka



Halaqoh beriman kepada hari akhir kali ini akan membahas tentang keadaan orang-orang kafir ketika mereka digiring dan dikumpulkan ke dalam neraka.

Pertama, mereka akan digiring dengan kasar.
Allah swt berfirman yang artinya, “Pada hari mereka akan didorong ke neraka Jahannam dengan keras. Dikatakan kepada mereka, inilah neraka yang dahulu kalian dustakan.” (Q. S. At-Thur 13-14)
Yang kedua, mereka akan digiring secara berkelompok dan akan disambut oleh para malaikat penjaga neraka di ambang pintu neraka dengan penuh kehinaan.

Kajian 45 : Dikumpulkannya Orang Kafir ke Neraka


Setelah selesai peristiwa hisab di padang masyar, maka Allah swt memisah penduduk surga dan penduduk neraka secara bertahap.
Dalam sebuah hadits shahih dalam kitab Imam Bukhari dan Imam Muslim, Rasulullah saw bersabda yang artinya, “Kelak di hari kiamat akan ada yang memanggil dan memerintahkan setiap umat untuk mengikuti Tuhan yang dia sembah selama di dunia. Maka tidak ada manusia yang menyembah selain Allah swt seperti patung dan batu, kecuali dia akan berjatuhan ke dalam neraka. sehingga tidak tersisa kecuali orang yang beriman, baik yang beramal sholeh maupun yang fasiq dan sebagian kecil atau sisa ahlul kitab yaitu orang Yahudi dan Nasrani. 


Kajian 44 : Beberapa Kejadian di Padang Masyar



Diantara kejadian-kejadian yang terjadi di padang masyar kelak adalah pertengkaran antara pembesar-pembesar orang kafir dan para pengikutnya. 

Di dalam surat Saba ayat 31 sampai 33, Allah swt menyebutkan bahwasanya orang-orang kafir akan dihadapkan kepada Allah swt. Dan berkatalah orang-orang yang dianggap lemah kepada para pembesar-pembesar mereka, ‘Kalau bukan karena kalian tentulah kami dahulu menjadi orang-orang yang beriman’. Maka pembesar orang-orang kafir itupun membantahnya dengan mengatakan, ‘Apakah kami yang telah menghalangi kalian dari petunjuk sesudah petunjuk itu datang kepada kalian? Tidak. Sesungguhnya kalian sendirilah orang-orang yang berdosa’.

Kajian 43 : Telaga Rasulullah saw



Diantara beriman kepada hari akhir adalah beriman dengan adanya telaga Rasulullah saw pada hari kiamat. Hadits-hadits yang mendasari masalah ini mencapai derajat mutawatir. Diantaranya sabda Rasulullah saw yang artinya, “Sesungguhnya setiap nabi memiliki telaga dan sesungguhnya tiap mereka akan saling berbangga siapa diantara mereka yang telaganya paling banyak didatangi. Dan aku berharap telagaku akan menjadi telaga paling banyak yang didatangi.(H. R. Tirmidzi)

Kajian 42 : Mizan atau Timbangan Amal



Diantara beriman kepada hari akhir adalah beriman akan adanya mizan atau penimbangan amal. Allah swt berfirman yang artinya, “Dan Kami akan meletakkan timbangan-timbangan yang adil pada hari kiamat maka tidak ada seorangpun yang akan dizalimi sedikitpun.” (Q. S. Al Anbiya : 47)

Kajian 41: Menegakkan Qishash


pengembalian hak orang yang dizalimi

Kajian silsilah beriman kepada hari akhir kali ini adalah menegakkan qishash atau hukuman bagi orang yang zalim. Termasuk keadilan Allah swt adalah menegakkan qishash di antara makhluk di hari kiamat. Tidak ada makhluk yang dizalimi di dunia oleh yang lain kecuali akan Allah swt kembalikan haqnya di hari kiamat. Bahkan diantara hewan sekalipun.

Kajian 40 : Pemberian Kitab



 Setelah Allah swt menghisab seorang hamba maka hambatersebut akan diberi kitab. Orang beriman kepada hisab dan hari perhitungan dan dia beramal, maka dia akan menerima kitab yang berisi hasanah dengan tangan kanannya dan kelak akan kembali kepada keluarganya di dalam syurga dalam keadaan yang sangat bahagia.

Kajian 39 : Amalan, Hal, dan Orang Yang Pertama Dihisab



Orang yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat ada 3 orang.  Yang pertama orang yang berjihad karena riya’. Dia akan didatangkan dan diperlihatkan tentang kenikmatan yang Allah sudah berikan kepadanya, maka diapun mengenalnya. Kemudian ditanya oleh Allah swt, “Apa yang kamu lakukan terhadap kenikmatan ini?”, maka hamba tersebut menjawab, “Aku gunakan untuk berperang di jalanMu sampai aku mati syahid.  Allah berkata kepadanya, ‘Kamu berdusta. Akan tetapi kamu berperang supaya dikatakan sebagai seorang pemberani dan manusia sudah mengatakan engkau adalah pemberani. 

Kajian 38 : Keadaan Manusia Ketika Dihisab



Ada diantara manusia yang kelak akan sulit hisabnya, ada yang mudah, dan ada diantara mereka yang sama sekali tidak dihisab. Orang-orang kafir, menurut pendapat yang lebih kuat, meskipun amalan-amalan dan kebaikan mereka sia-sia, namun mereka akan tetap dihisab dan ditanya oleh Allah swt, sebagai celaan kepada mereka dan untuk menunjukkan keadilan Allah serta agar tidak ada hujjah di antara mereka.

Kajian 37 : Pertanyaan Ketika Hisab



Ketika hisab, Allah swt akan bertanya kepada hamba-hambaNya dengan cara sesuai dengan keagungan
Allah. Allah swt akan bertanya tentang apa saja yang sudah mereka lakukan di dunia.

Pengkaderan Rasulullah Sebelum Menerima Wahyu (2)


1 
 
      Setelah pembahasan fase pertama pengkaderan yang dijalani oleh Rasulullah saw berupa kondisi keyatiman, maka kali ini kita akan membahas tentang 3 fase selanjutnya yang dialami oleh Rasulullah saw sebagai fase pengkaderan sebelum beliau saw diangkat menjadi rasul dan menerima wahyu.

Pengkaderan Rasulullah Sebelum Menerima Wahyu



Di sini kami mengajak untuk bersama memetik pelajaran dari kondisi yang dialami Rasulullah sebelum menerima wahyu sebagai referensi bahan pembinaan. Karena Allah SWT merekayasa kondisi Nabi demikian itu tentu memiliki target dan tujuan. Ini merupakan pembinaan yang sangat tepat, dalam hal ini dimaksudkan untuk pengkondisian merasuknya wahyu dalam diri Nabi.

Kajian 36 : Memperbanyak Al Hasanah (Kebaikan) dan Menghilangkan As sayyi’ah (dosa)



Sebagai umat Rasulullah yang beriman kepada hari akhir dan beriman bahwasanya kelak kita akan dihisab, maka hendaklah kita selalu memohon rahmatNya, kemudian mencari ilmu supaya memiliki al hasanah sebanyak mungkin dan menghilangkan dosa sebisa mungkin..

Kajian 35 : Keadilan Allah SWT Ketika Hisab



Yang dimaksud dengan hisab adalah perhitungan Allah swt mengenai amalan-amalan yang telah dilakukan manusia selama di dunia. Hisab Allah merupakan hisab atau perhitungan yang sangat sempurna keadilannya. Tidak ada kezaliman sedikitpun di dalamnya.

Kajian 34 : Keadaan Manusia Ketika Kedatangan Allah swt



 

Kedatangan Allah swt pada haritersebut untuk memberi keputusan merupakan peristiwa yang sangat besar bagi semua makhluk. Allah swt yang telah menciptakan mereka supaya beribadah kepadaNya semata, mengutus para rasul supaya ditaati, menurunkan kitab supaya diamalkan, memberikan kenikmatan supaya dapat digunakan dengan baik akan datang untuk menanyakan itu semua dan menghitung amalan-amalan mereka.

Kajian 33 : Datangnya Allah untuk Memberi Keputusan





Setelah Nabi Muhammad saw diizinkan untuk memberikan syafa’at, dan diterimanya syafa’atnya oleh Allah, maka Allah swt akan datang untuk memberi keputusan dan menghisab amalan-amalan manusia di padang mahsyar.

Kajian 32 : Syafaat Besar



Syafa’at yang paling besar adalah syafa’at yang dilakukan oleh Rasulullah saw untuk para penduduk padang mahsyar. Yang isinya adalah permohonan kepada Allah swt supaya Allah swt menyegerakan hari keputusan. 

Kajian 31 : Keadaan Orang-Orang Beriman dan Berdosa di Hari Kiamat



Iman dan amal sholeh adalah menjadi sebab seseorang mendapatkan keamanan di hari kiamat.  Sebaliknya prilaku-prilaku dosa dan maksiat bagi seorang mukmin akan menjadi sebab kesusahan di hari kiamat. 

Kajian 30 : Keadaan Orang-Orang Beriman dan Bertaqwa di Hari Kiamat



Secara umum, keadaan orang-orang beriman dan bertaqwa, mereka semua di hari tersebut akan mendapatkan rasa aman. Mereka tidak merasakan takut dengan apa yang akan mereka hadapi pada hari itu, dan mereka tidak bersedih yaitu dengan dunia yang telah mereka tinggalkan. 

Kajian 29 : Orang-Orang Yang Mendapat Teduhan di Hari Kiamat


Ketika seluruh manusia sedang merasakan panas, berkeringat, dan kepayahan di padang mahsyar, Allah swt memuliakan sebagian orang-orang yang beriman dengan memberikan kepada mereka teduhan, yaitu berada di bawah bayangan Arsy Allah swt. 

Kajian 28 : Pengumpulan atau Al Hasyr



Termasuk beriman kepada hari akhir adalah mengimani bahwa semua manusia setelah mereka dibangkitkan dari kubur maka mereka akan dikumpulkan oleh Allah swt. Setelah gunung dijalankan dan bumi dirubah oleh Allah menjadi dataran yang luas terbentang tidak ada sesuatu yang dapat menjadi penunjuk arah, tidak ada yang tinggi dan tidak ada yang rendah, seperti bangunan, pohon, gunung dan sebagainya. 

Active Search Results