Setelah Allah swt menghisab seorang hamba maka hambatersebut akan diberi kitab. Orang beriman kepada hisab dan hari perhitungan dan
dia beramal, maka dia akan menerima kitab yang berisi hasanah dengan tangan
kanannya dan kelak akan kembali kepada keluarganya di dalam syurga dalam
keadaan yang sangat bahagia.
Allah swt berfirman yang artinya, “Maka adapun orang yang diberi kitab dengan tangan kanannya maka dia
akan dihisab dengan hisab yang mudah dan akan kembali kepada keluarganya“ (Q.
S. Al Insyiqoq : 7-9)
Allah swt juga berfirman yang artinya, “Maka adapun orang yang diberi kitab dengan tangan kanannya, dia akan
berkata kepada orang lain, ‘silahkan, bacalah kitabku ini, sesungguhnya dahulu
di dunia aku yakin bahwa aku akan dihisab maka dia akan berada di dalam
kehidupan yang diridhoi, di syurga yang tinggi, yang buah-buahannya rendah dan
mudah dipetik. Dikatakan kepada mereka, ‘Makanlah kalian dan minumlah dengan
nikmat karena amalan-amalan yang telah kalian kerjakan yang lalu“(Q.S.
Al-Haaqoh : 19-25)
Adapun orang-orang kafir dan munafiq, maka mereka akan
menerima kitab dengan tangan kiri dari arah belakang, pertanda bahwa mereka
akan masuk ke dalam neraka. Diapun berteriak dengan kecelakaan. Tidak
bermanfaat bagi mereka harta yang melimpah dan jabatan yang tinggi di dunia.
Mereka menyesal dan berangan-angan seandainya tidak diberi kitab dan
berangan-angan seandainya tidak dibangkitkan oleh Allah swt.
Allah swt berfirman yang artinya, “Dan adapun orang yang diberikan kitabnya dari belakangnya maka ia akan
berteriak dengan kecelakaan dan akan masuk mereka kedalam neraka. Sesungguhnya
dahulu dia bergembira ria bersama keluarganya, dan sesungguhnya dahulu dia
menyangka dia tidak akan kembali kepada Tuhannya.”(Q.S. A Insyiqoq : 10-14
)
Allah swt juga berfirman yang artinya, “Adapun orang-orang yang diberi kitab dari sebelah kiri maka dia akan berkata,
seandainya aku tidak diberi kitabku ini dan seandainya aku tidak mengetahui
hisabku. Seandainya kematian yang menyudahi segalanya. Hartaku tidak memberi
manfaat kepadaku, telah hilang kekuasaanku. Maka Allah berkata, ‘Peganglah ia lalu
belenggulah tangannya ke lehernya kemudian masukkanlah ia ke dalam api neraka
yang menyala-nyala. Kemudian ikatlah ia dengan rantai yang panjangnya 70 hasta
.”(Q. S. Al Haaqqoh : 25-32)
*Diambil dari kajian
Ust. Abdullah Roy
Tidak ada komentar:
Posting Komentar