Kajian 52 : Al Qontharoh dan Qishash antara Orang-Orang Beriman



Al Qontharoh secara bahasa artinya adalah jembatan, adapun secara syari’at maka yang dimaksud dengan Al Qontharoh adalah jembatan lain setelah shiroth yang terletak antara neraka dan surga tempat berkumpulnya orang-orang beriman setelah melewati neraka sebelum masuk ke dalam surga. 

Termasuk beriman kepada hari akhir adalah beriman dengan adanya Al qontharoh ini, tempat akan dibersihkan hati-hati orang-orang beriman dengan diqishosh di antara mereka dan ini menunjukkan keadilan Allah swt.

Rasulullah saw bersabda yang artinya, “Orang-orang beriman yang selamat dari neraka, mereka akan ditahan di Al qontharoh di antara neraka dan surga, kemudian diqishosh kezaliman-kezaliman yang terjadi di antara mereka di dunia sehingga apabila telah dibersihkan dan disucikan mereka akan diizinkan untuk masuk surga dan demi Dzat yang jiwa Muhammad ada di tanganNya sungguh salah seorang dari mereka lebih mengetahui rumahnya di surga daripada rumahnya di dunia”(HR. Bukhari)


Yang akan dibersihkan di sini adalah ghill yang ada di dalam hati orang-orang yang beriman, seperti dengki, hasad, dendam, kebencian dan sebagainya yang kadang terjadi di antara mereka. Semakin bersih hati seorang manusia dari ghill maka akan semakin sebentar ia berada di al qontaroh ini, semakin cepat qishoshnya dan akan semakin cepat pula ia masuk surga. Sebaliknya, semakin banyak ghill seperti hasad, kebencian, dengki, dan iri kepada sesama orang beriman maka semakin lama ia berada di al qontharoh, semakin lama qishoshnya dan semakin lama pula ia masuk ke dalam surga.

Qishosh di al qontharoh ini terjadi di anatar orang-orang yang beriman saja dengan maksud untuk membersihkan hati, adapun qishosh yang terjadi di padang masyar adalah untuk semua makhluk Allah termasuk orang-orang kafir, maupun yang mukmin yang mencakup qishosh karena kezaliman fisik, kehormatan, maupun kezaliman harta.

Apabila sudah bersih dari ghill barulah mereka dapat masuk surga karena tidak masuk surga kecuali orang-orang yang bersih dan baik keadaannya. 

Allah swt berfirman dalam surat Al Hijr : 47 yang artinya: “Dan Kami akan hilangkan ghill dari dalam dada-dada mereka.”

Semoga Allah swt bersihkan hati-hati kita dan saudara-saudara kita dari hasad, dendam, dan kebencian yang tidak dibenarkan dan semoga Allah swt menjadikan kita hamba-hambaNya yang mudah memaafkan orang lain.

Aamiin..



* Disarikan dari kajian beriman pada hari akhir Ust. Abdullah Roy di kota Al Madinah


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Active Search Results