Kajian 22 : Meninggalnya Orang-orang Beriman



Kajian yang ke-22 dari tema Beriman Kepada Hari Akhir adalah tentang meninggalnya orang-orang beriman secara serentak sebelum hari kiamat, terbenamnya tanah secara besar-besaran di 3 tempat, dan keluarnya api dari Yaman.


Ketika semakin dekat hari kiamat terjadi, maka Allah swt akan mengirim angin yang mencabut nyawa semua orang yang beriman sehingga habis semua orang beriman dan tidak tersisa seorang pun. Dan yang tertinggal di dunia hanyalah manusia-manusia yang tidak memiliki iman, dan mereka adalah sejelek-jelek manusia.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Muslim oleh Rasulullah saw bersabda, “Kemudian Allah akan mengutus angin yang dingin dari arah Syam, maka tidak ada seorang pun di muka bumi yang di hatinya masih ada iman, meskipun sebesar biji sawi, kecuali akan dicabut nyawanya oleh angin tersebut. Sampai seandainya salah seorang dari mereka masuk ke dalam sebuah gunung, niscaya angin tersebut akan masuk ke dalamnya dan mencabut nyawanya. Maka tersisalah sejelek-jelek manusia yang ringan berbuat kerusakan, seperti ringannya burung, dan mereka ganas dalam berbuat kezaliman satu dengan yang lain, seperti ganasnya binatang buas. Mereka tidak mengenalkebaikan dan tidak mengingkari kemungkaran.”

Rasullah saw juga mengabarkan, “Allah mengutus angin tersebut dari Yaman.” (H.R. Muslim). Sebagian ulama mengatakan, angin tersebut datang dari dua arah, yaitu dari Yaman dan dari Syam.

Dan diantara tanda besar harikiamat adalah terjadi khasf atau terbenamnya tanah secara besar-besaran di 3 wilayah, yaitu di Timur, di Barat, dan di Jazirah Arab. Sebagaimana datang di dalam hadits.

Dan juga diantara tanda besar hari kiamat, akan muncul api dari Yaman yang akan menggiring manusia ke tempat pengumpulan manusia dan tempat pengumpulan pada saat itu adalah Syam, sebagaimana disebutkan dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh Al Imam Al Baihaqi. Dan Syam adalah daerah sekitar Masjidil Aqsha.

Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya kalian akan dikumpulkan dalam keadaan berjalan kaki, sebagian menaiki kendaraan, dan sebagian lagi akan diseret diatas wajah-wajah mereka.” (H.R. Tirmidzi)

Api yang muncul dari Yaman ini akan senantiasa bersama mereka, siang dan malam sehingga mereka sampai di tempat pengumpulan yaitu Negeri Syam, sebagaimana yang dapat disimpulkan dari sebuah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.

Dan yang terakhir kali akan dikumpulkan adalah dua orang pengembala dari kabilah Muzailah (H.R Bukhari dan Muslim)

Pengumpulan di sini berbeda dengan pengumpulan manusia setelah dibangkitkan dari kuburnya. Pengumpulan manusia di sini adalah pengumpulan di dunia untuk sebagian manusia. Sedangkan pengumpulan setelah dibangkitkannya manusia adalah di akherat dan meliputi seluruh umat manusia. 

Semoga Allah swt memberikan kepada kita keselamatan untuk kita semuanya di dunia dan di akhirat.



* Diambil dari kajian Ust Abdullah Roy





 
Active Search Results